Kamis, 24 Februari 2011

Tugas 1,Pengertian bank,klasifikasi,tugas dan fungsi bank

Pengertian Bank

Bank secara sederhana dapat di artikan sebagai lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali dana tersebut ke masyarakat serat memberikan jasa bank lainya. Para ahli perbankan di negara-negara maju mendefinisikan bank umum sebagai institusi keuangan yang berorientasi laba. Untuk memperoleh laba tersebut bank umum melaksanakan fungsi intermediasi. Karena diizikan mengumpulkan dana dalam bentuk deposito, bank umum disebut juga sebagai lembaga keuangan depositori. Berdasarkan kemampuannya menciptakan uang (giral), bank umum dapat juga disebut sebagai bank umum pencipta uang giral.
Pengertian bank umum :menurut Undang-Undang No. 10 tahun 1998 :Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Klasifikasi Bank
Secara umum bank adalah suatu badan usaha yang memiliki wewenang dan fungsi untuk untuk menghimpun dana masyarakat umum untuk disalurkan kepada yang memerlukan dana tersebut. Berikut di bawah ini adalah macam-macam dan jenis-jenis bank yang ada di Indonesia beserta arti definisi / pengertian masing-masing bank.
Jenis-Jenis Bank :
1. Bank Sentral
Bank sentral adalah bank yang didirikan berdasarkan Undang-undang nomor 13 tahun 1968 yang memiliki tugas untuk mengatur peredaran uang, mengatur pengerahan dana-dana, mengatur perbankan, mengatur perkreditan, menjaga stabilitas mata uang, mengajukan pencetakan / penambahan mata uang rupiah dan lain sebagainya. Bank sentral hanya ada satu sebagai pusat dari seluruh bank yang ada di Indonesia.
2. Bank Umum
Bank umum adalah lembaga keuangan uang menawarkan berbagai layanan produk dan jasa kepada masyarakat dengan fungsi seperti menghimpun dana secara langsung dari masyarakat dalam berbagai bentuk, memberi kredit pinjaman kepada masyarakat yang membutuhkan, jual beli valuta asing / valas, menjual jasa asuransi, jasa giro, jasa cek, menerima penitipan barang berharga, dan lain sebagainya.
3. Bank Perkreditan Rakyat / BPR
Bank perkreditan rakyat adalah bank penunjang yang memiliki keterbsumberatasan wilayah operasional dan dana yang dimiliki dengan layanan yang terbatas pula seperti memberikan kridit pinjaman dengan jumlah yang terbatas, menerima simpanan masyarakat umum, menyediakan pembiayaan dengan prinsip bagi hasil, penempatan dana dalam sbisertifikat bank indonesia, deposito berjangka, sertifikat / surat berharga, tabungan, dan lain sebagainya.

Tugas Bank

Dalam kapasitasnya sebagai bank sentral, Bank Indonesia mempunyai satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain. Aspek pertama tercermin pada perkembangan laju inflasi, sementara aspek kedua tercermin pada perkembangan nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain. Perumusan tujuan tunggal ini dimaksudkan untuk memperjelas sasaran yang harus dicapai Bank Indonesia serta batas-batas tanggung jawabnya. Dengan demikian, tercapai atau tidaknya tujuan Bank Indonesia ini kelak akan dapat diukur dengan mudah.

Fungsi-Fungsi Bank
1. Penciptaan uang
Uang yang diciptakan bank umum adalah uang giral, yaitu alat pembayaran lewat mekanisme pemindahbukuan (kliring). Kemampuan bank umum menciptakan uang giral menyebabkan possisi dan fungsinya dalam pelaksanaan kebijakan moneter.
Bank sentral dapat mengurangi atau menambah jumlah uang yang beredar dengan cara mempengaruhi kemampuan bank umum menciptakan uang giral.
2. Mendukung Kelancaran Mekanisme Pembayaran
Fungsi lain dari bank umum yang juga sangat penting adalah mendukung kelancaran mekanisme pembayaran. Hal ini dimungkinkan karena salah satu jasa yang ditawarkan bank umum adalah jasa-jasa yang berkaitan dengan mekanisme pembayaran.
Beberapa jasa yang amat dikenal adalah kliring, transfer uang, penerimaan setoran-setoran, pemberian fasilitas pembayaran dengan tunai, kredit, fasilitas-fasilitas pembayaran yang mudah dan nyaman, seperti kartu plastik dan sistem pembayaran elektronik.

3. Penghimpunan Dana Simpanan Masyarakat
Dana yang paling banyak dihimpun oleh bank umum adalah dana simpanan. Di Indonesia dana simpanan terdiri atas giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan dan atau bentuk lainnya yang dapat dipersamakan dengan itu. Kemampuan bank umum menghimpun dana jauh lebih besar dibandingkan dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya. Dana-dana simpanan yang berhasil dihimpun akan disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, utamanya melalui penyaluran kredit.

4. Mendukung Kelancaran Transaksi Internasional
Bank umum juga sangat dibutuhkan untuk memudahkan dan atau memperlancar transaksi internasional, baik transaksi barang/jasa maupun transaksi modal. Kesulitan-kesulitan transaksi antara dua pihak yang berbeda negara selalu muncul karena perbedaan geografis, jarak, budaya dan sistem moneter masing-masing negara. Kehadiran bank umum yang beroperasi dalam skala internasional akan memudahkan penyelesaian transaksi-transaksi tersebut. Dengan adanya bank umum, kepentingan pihak-pihak yang melakukan transaksi internasional dapat ditangani dengan lebih mudah, cepat, dan murah.

5. Penyimpanan Barang-Barang Berharga
Penyimpanan barang-barang berharga adalah satu satu jasa yang paling awal yang ditawarkan oleh bank umum. Masyarakat dapat menyimpan barang-barang berharga yang dimilikinya seperti perhiasan, uang, dan ijazah dalam kotak-kotak yang sengaja disediakan oleh bank untuk disewa (safety box atau safe deposit box). Perkembangan ekonomi yang semakin pesat menyebabkan bank memperluas jasa pelayanan dengan menyimpan sekuritas atau surat-surat berharga.

6. Pemberian Jasa-Jasa Lainnya
Di Indonesia pemberian jasa-jasa lainnya oleh bank umum juga semakin banyak dan luas. Saat ini kita sudah dapat membayar listrik, telepon membeli pulsa telepon seluler, mengirim uang melalui atm, membayar gaji pegawai dengan menggunakan jasa-jasa bank.

Sumber : http://putracenter.net/2009/09/23/definisi-fungsi-dan-peranan-bank-umum-dalam-perekonomian/
http://id.wikipedia.org/wiki/Bank_Indonesia

Minggu, 28 November 2010

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada Bank Umum

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja
Sistem Informasi Akuntansi pada Bank Umum

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat meningkatkan kinerja Sistem Informasi Akuntansi (SIA) yang digunakan dalam perusahaan jasa khususnya perbankan. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan pada penelitian ini diperoleh bukti bahwa dari delapan (8) faktor yang mempengaruhi kinerja SIA, yaitu keterlibatan pemakai dalam pengembangan sistem, kemampuan teknik personal Sistem Informasi (SI), ukuran organisasi, dukungan manajemen puncak, formalisasi pengembangan SI, program pelatihan dan pendidikan pemakai, keberadaan dewan pengarah SI dan lokasi dari departement SI, hanya faktor dukungan manajemen puncak yang mempunyai hubungan signifikan terhadap kinerja SIA terutama pada atribut kepuasan pemakai.
Ringkasan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Pertama, pengujian yang dilakukan pada faktor keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem dengan kinerja SIA baik itu dari atribut kepuasan pemakai dan pemakaian sistem. Pengujian yang dilakukan pada faktor kemampuan teknik personal menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan teknik personal dengan kinerja SIA baik itu dari atribut kepuasan pemakai dan pemakaian sistem.
Kedua, pengujian yang dilakukan pada faktor ukuran organisasi menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara ukuran organisasi dengan kinerja SIA baik itu dari atribut kepuasan pemakai dan pemakaian sistem. Ketiga, pengujian yang dilakukan pada faktor dukungan manajemen puncak menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan manajemen puncak dengan kinerja SIA untuk atribut kepuasan pemakai. Tetapi dukungan manajemen puncak menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan kinerja SIA untuk atribut pemakaian system.
Keempat, pengujian yang dilakukan pada faktor formalisasi pengembangan Sistem Informasi menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara formalisasi pengembangan Sistem Informasi dengan kinerja SIA baik itu untuk atribut kepuasan pemakai dan pemakaian sistem. Kelima, pengujian yang dilakukan pada faktor ada/tidaknya program pelatihan dan pendidikan pemakai menunjukkan bahwa data program pelatihan dan pendidikan pemakai tidak dapat diolah. Hal ini disebabkan jawaban pada pertanyaan ada tidaknya program pelatihan dan pendidikan Pemakai. Data ini menunjukkan bahwa keseluruhan responden menjawab bahwa terdapat program pelatihan di setiap perusahaan tempat responden bekerja. Keenam, pengujian yang dilakukan pada faktor ada/tidaknya dewan pengarah Sistem Informasi menunjukkan bahwa data dewan pengarah Sistem Infromasi tidak dapat diolah. Hal ini disebabkan jawaban pada pertanyaan ada tidaknya dewan pengarah Sistem Informasi. Data ini menunjukkan bahwa keseluruhan responden menjawab bahwa terdapat dewan pengarah Sistem Informasi di setiap perusahaan tempat responden bekerja. Ketujuh, pengujian yang dilakukan dengan membandingkan kinerja sistem informasi akuntansi atas lokasi departement sistem informasi yang berdiri sendiri dibandingkan dengan yang digabung dengan departement lain menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kinerja yang signifikan baik untuk variabel kepuasan pemakai dan pemakaian sistem antara lokasi departement sistem informasi yang berdiri sendiri dengan lokasi departement sistem informasi yang di gabung dengan departement lain.

Kamis, 25 November 2010

Sistem Informasi Komputer Akuntansi Perbankan

Sistem Informasi Komputer Akuntansi Perbankan

Era informasi saat ini menuntut setiap organisasi untuk menggunakan sarana teknologi dalam upaya mempersingkat prosedur kerja guna dapat memperoleh informasi dalam porsi yang cukup, cepat dan tepat waktu.
Database produk koperasi yang dikembangkan saat ini diharapkan
dapat memenuhi standar perkembangan database.
Sistem yang kami kembangkan khusus untuk KSP di Bali dapat digunakan untuk mengelola data sehingga tercipta suatu sistem informasi sebagai sarana penunjang dalam pengambilan keputusan.
Kompleksitas kebutuhan akan informasi pada setiap tingkatan organisasi dan pihak pemerintah terkait menuntut sumber pengelola data dapat dengan cepat, tepat dan akurat menginformasikan hasil/laporan yang diperlukan.

Tujuan :
• Menciptakan database nasabah dan produk KSP terintegrasi pada setiap
aplikasi yaitu kredit, simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan sukarela,
simpanan berjangka, dan akuntansi keuangan serta manajemen operasional.
• Memberikan pelayanan informasi yang akurat, cepat, terpadu dan
dengan sarana yang akan dikembangkan menjadi system online
• Mengatur penyampaian informasi sesuai dengan system dan prosedur
pelaporan KSP baik harian, bulanan, triwulanan, semesteran dan tahunan
• Meningkatkan kinerja manajemen KSP secara keseluruhan
• Mengoptimalkan pemanfaatan SIKAP KSP di setiap fungsi organisasi dengan memiliki SDM yang dapat : Mengoperasikan perangkat lunak tersebut, Menginterprestasikan output dari perangkat lunak tersebut, Melakukan modifikasi / customisasi terhadap perangkat lunak sesuai dengan kebutuhan pengguna / user yang dinamis, merawat perangkat lunak tersebut

Manfaat
Dapat memberikan informasi keuangan dan non keuangan secara cepat, lengkap, dan akurat kepada semua pihak yang membutuhkan terutama manajemen dan instansi terkait, serta meningkatkan efisiensi.

Rabu, 24 November 2010

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA BISNIS DAN KEUANGAN

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA BISNIS DAN KEUANGAN

Input Perangkat input umumnya terkait dengan AIS meliputi: komputer pribadi standar atau workstation menjalankan aplikasi; pemindaian perangkat untuk entri data standar; alat komunikasi elektronik untuk pertukaran data elektronik (EDI) dan e-commerce. In addition, many financial systems come "Web-enabled" to allow devices to connect to the World Wide Web. Selain itu, sistem keuangan banyak datang "Web-enabled" untuk memungkinkan perangkat untuk terhubung ke World Wide Web.
Process Basic processing is achieved through computer systems ranging from individual personal computers to large-scale enterprise servers. Dasar Proses pengolahan ini dicapai melalui sistem komputer mulai dari komputer pribadi individu untuk skala perusahaan server-besar. However, conceptually, the underlying processing model is still the "double-entry" accounting system initially introduced in the fifteenth century. Namun, secara konseptual, model pengolahan yang mendasari masih merupakan "double-entry" sistem akuntansi awalnya diperkenalkan pada abad kelima belas.
Output Output devices used include computer displays, impact and nonimpact printers, and electronic communication devices for EDI and e-commerce. perangkat Output Output digunakan termasuk menampilkan komputer, dampak dan printer nonimpact, dan alat komunikasi elektronik untuk EDI dan e-commerce. The output content may encompass almost any type of financial reports from budgets and tax reports to multinational financial statements. Isi output mungkin meliputi hampir semua jenis laporan keuangan dari anggaran dan laporan pajak untuk laporan keuangan multinasional.
MISs are interactive human/machine systems that support decision making for users both in and out of traditional organizational boundaries. MISS adalah manusia interaktif sistem mesin / yang mendukung pengambilan keputusan bagi pengguna baik dalam dan luar batas organisasi tradisional. These systems are used to support an organization's daily operational activities; current and future tactical decisions; and overall strategic direction. Sistem ini digunakan untuk mendukung kegiatan sehari-hari sebuah organisasi operasional; keputusan taktis saat ini dan masa yang akan datang, dan keseluruhan arah strategis. MISs are made up of several major applications including, but not limited to, the financial and human resources systems. MISS terdiri dari beberapa aplikasi utama termasuk, namun tidak terbatas pada, sistem sumber daya keuangan dan manusia.
Financial applications make up the heart of an AIS in practice. aplikasi Keuangan membuat jantung dari AIS dalam praktek. Modules commonly implemented include: general ledger, payables, procurement/purchasing, receivables, billing, inventory, assets, projects, and budgeting. Modul biasanya diterapkan meliputi: buku besar, hutang, pengadaan / pembelian, piutang, tagihan, persediaan, aset, proyek, dan penganggaran.
Human resource applications make up another major part of modern information systems. aplikasi sumber daya manusia membuat bagian lain utama dari sistem informasi modern. Modules commonly integrated with the AIS include: human resources, benefits administration, pension administration, payroll, and time and labor reporting. Modul umumnya terintegrasi dengan AIS meliputi: sumber daya manusia, manfaat administrasi, administrasi pensiun, penggajian, dan waktu dan pelaporan kerja.
AIS—INFORMATION SYSTEMS IN CONTEXT SIA-SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DALAM KONTEKS
AISs cover all business functions from backbone accounting transaction processing systems to sophisticated financial management planning and processing systems. AISs mencakup semua fungsi bisnis dari sistem transaksi tulang punggung pengolahan akuntansi perencanaan manajemen keuangan yang canggih dan sistem pengolahan.
Financial reporting starts at the operational levels of the organization, where the transaction processing systems capture important business events such as normal production, purchasing, and selling activities. pelaporan Keuangan dimulai pada tingkat operasional organisasi, dimana sistem pengolahan transaksi bisnis menangkap peristiwa penting seperti produksi normal, pembelian, dan penjualan kegiatan. These events (transactions) are classified and summarized for internal decision making and for external financial reporting. Peristiwa-peristiwa (transaksi) diklasifikasikan dan dirangkum untuk keputusan internal keputusan dan untuk pelaporan keuangan eksternal.
Cost accounting systems are used in manufacturing and service environments. Biaya sistem akuntansi yang digunakan dalam lingkungan manufaktur dan jasa. These allow organizations to track the costs associated with the production of goods and/or performance of services. Hal ini memungkinkan organisasi untuk melacak biaya yang terkait dengan produksi barang dan / atau kinerja pelayanan. In addition, the AIS can provide advanced analyses for improved resource allocation and performance tracking. Selain itu, SIA dapat memberikan analisis canggih untuk meningkatkan alokasi sumber daya dan pelacakan kinerja.
Management accounting systems are used to allow organizational planning, monitoring, and control for a variety of activities. sistem akuntansi manajemen yang digunakan untuk memungkinkan perencanaan organisasi, pemantauan, dan pengendalian untuk berbagai kegiatan. This allows managerial-level employees to have access to advanced reporting and statistical analysis. Hal ini memungkinkan tingkat manajerial karyawan untuk memiliki akses ke laporan lanjutan dan analisis statistik. The systems can be used to gather information, to develop various scenarios, and to choose an optimal answer among alternative scenarios. Sistem dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi, untuk mengembangkan berbagai skenario, dan untuk memilih jawaban yang optimal antara skenario alternatif.

Selasa, 23 November 2010

KONSEP KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DALAM BISNIS

KONSEP KONSEP DASAR
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DALAM BISNIS

Teknologi informasi, termasuk sistem informasi berbasis internet, memainkan peranan
penting dalam bisnis. Teknologi informasi dapat membantu segala jenis bisnis,meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses bisnis mereka, pengambilan keputusan manajerial, dan kerjasama kelompok kerja, hingga dapat memperkuat posisi kopentitif mereka dalam pasar yang cepat sekali berubah. Hal ini berlaku ketika teknologi informasi digunakan untuk mendukung tim pengembangan produk, proses dukungan untuk pelanggan, transaksi e-commerce, atau dalam aktivitas bisnis lainnya. Gambar berikut memperlihatkan kerangka kerja konseptual yang berguna untuk mengatur pengetahuan yang disajikan dan memberi garis besar tentang hal yang perlu diketahui mengenai system informasi.

1. Konsep konsep dasar
Konsep dasar keprilakuan, teknis, bisnis, dan manajerial termasuk mengenai berbagai
komponen dan peran sistem informasi. Contohnya meliputi konsep sistem informasi dasar
yang berasal dari teori sistem umum, atau konsep keunggulan kompetitif yang digunakan
untuk mengembangkan aplikasi bisnis teknologi informasi dalam keunggulan kompetitif.
2. Teknologi informasi
Konsep - konsep utama, pengembangan, dan berbagai isu manajemen teknologi informasi
yaitu meliputi hardware, software, jaringan, manajemen data, dan banyak teknologi
berbasis internet.
3. Aplikasi bisnis
Penggunaan utama dari sistem informasi untuk operasi, manajemen dan keunggulan
kompetitif bisnis.
4. Proses pengembangan
Bagaimana para praktisi bisnis dan pakar informasi merencanakan, mengembangkan, dan
mengimplementasikan sistem informasi untuk memenuhi peluang bisnis.
5. Tantangan manajemen
Tantangan untuk secara efektif dan etis mengelola teknologi informasi pada tingkat
pemakai akhir, perusahaan, dan global dalam bisnis.

Sistem Pendukung Operasi
Sistem informasi selalu dibutuhkan untuk memproses data yang dihasilkan oleh, dan
digunakan dalam operasi bisnis. Sistem pendukung operasi semacam ini menghasilkan
berbagai produk informasi yang paling dapat digunakan oleh para manajer. Pemrosesan
lebih jauh oleh system informasi manajemen biasanya dibutuhkan. Peran dari sistem
pendukung operasi perusahaan bisnis adalah untuk secara efisien memproses transaksi
bisnis, mengendalikan proses industrial, mendukung komunikasi dan kerja sama
perusahaan, serta memperbaharui database perusahaan.

1. Sistem pemrosesan transaksi
Memproses data yang dihasilkan dari transaksi bisnis. Memperbaharui database
operasional, dan menghasilkan dokumen bisnis.
Contohnya: Sistem titik penjualan (point-of-sale - POS) dibanyak toko retail
menggunakan terminal mesin kas untuk secara elektronik menangkap serta
memindahkan data penjualan sepanjang saluran telekomunikasi ke pusat computer
regional agar dapat diproses segera (Real-time) atau diproses setiap malam (Batch).

2. Sistem Pengendalian proses
Mengawasi dan mengendalikan berbagai proses industrial.
Contohnya, penyulingan minyak menggunakan sensor elektronik yang dihubungkan ke
komputer untuk secara terus menerus mengawasi proses kimia dan membuat
penyesuaian instant (real-time) yang mengendalikan proses penyulingan.

3. Sistem kerja sama perusahaan
Mendukung komunikasi dan kerja sama tim, kelompok kerja dan perusahaan.
Contohnya, para pekerja ahli dalam sebuah tim proyek dapat menggunakan email
untuk mengirim dan menerima berbagai pesan elektronik, dan melakukan konferensi
video untuk melakukan pertemuan elektronik agar dapat mengoordinasikan berbagai
aktivitasnya.

4. Sistem Pendukung Manajemen
Ketika aplikasi sistem informasi berfokus pada penyediaan informasi dan dukungan untuk
pengambilan keputusan yang efektif oleh para manajer, aplikasi sistem tersebut akan
disebut sebagai Sistem Pendukung Manajemen. Berdasarkan konsep, beberapa jenis
utama sistem informasi mendukung berbagai tanggung jawab pengambilan keputusan:

Sistem Pendukung Manajemen
Ketika aplikasi sistem informasi berfokus pada penyediaan informasi dan dukungan untuk
pengambilan keputusan yang efektif oleh para manajer, aplikasi sistem tersebut akan
disebut sebagai Sistem Pendukung Manajemen. Berdasarkan konsep, beberapa jenis
utama sistem informasi mendukung berbagai tanggung jawab pengambilan keputusan:

1. Sistem Informasi Manajemen
Memberikan informasi dalam bentuk laporan yang telah ditentukan sebelumnya untuk
mendukung pengambilan keputusan bisnis.
Contohnya, manajer penjualan dapat menggunakan jaringan komputer dan pencari
web untuk mendapatkan tampilan instant mengenai hasil penjualan produk
produk
mereka dan untuk mengakses intranet perusahaan mereka agar bisa mendapatkan
laporan analisis penjualan harian yang mengevaluasi penjualan yang dilakukan oleh
setiap tenaga penjualan.
2. Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System - DSS)
Memberikan dukungan interaktif khusus untuk proses pengambilan keputusan para
manajer dan praktisi bisnis lainnya.
Contohnya, manajer bagian periklanan dapat menggunakan program spreadsheet
untuk melakukan analisis what-if ketika mereka menguji dampak berbagai anggaran
iklan atas prediksi penjualan produk produk baru.
3. Sistem Informasi Eksekutif (Executive Information System EIS)
Memberi informasi penting dari SIM, DSS dan sumber lainnya yang dibentuk sesuai
kebutuhan informasi para eksekutif.
Contohnya, para eksekutif puncak dapat menggunakan terminal layar sentuh untuk
secara instant melihat teks serta tampilan grafik yang menekankan berbagai area
utama kinerja organisasi dan persaingan.

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA PERUSAHAAN KONSTRUKSI

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
PADA PERUSAHAAN KONSTRUKSI


Perusahaan konstruksi adalah perusahaan jasa yang menjadi partner pemerintah dalam
menunjang kegiatan pembangunan. Pembangunan yang semakin pesat menyebabkan semakin
banyak pula usaha yang bergerak pada bidang konstruksi. Dalam aktivitasnya perusahaan ini
sangat membutuhkan informasi yang akurat, relevan, dan tepat waktu. Informasi yang
dibutuhkan tidak hanya untuk pengambilan keputusan, tetapi juga untuk melakukan
perencanaan dan pengendalian. Salah satu informasi yang terpenting adalah informasi
persediaan. Informasi persediaan sangat menentukan kelangsungan hidup perusahaan karena
kurangnya persediaan ataupun kelebihan persediaan akan berdampak secara langsung terhadap
kelangsungan hidup perusahaan.

Informasi persediaan dihasilkan oleh sistem informasi yang dimiliki perusahaan. Sistem
informasi yang dimiliki perusahaan konstruksi sebagian besar masih manual dan kalaupun
sudah digunakan komputer, dalam penggunaannya masih sangat terbatas. Dari hasil
pengecekan fisik tampak bahwa banyak persediaan yang tersisa di gudang, bahkan sebagian
sudah tidak dapat digunakan lagi. Hal ini menunjukkan bahwa sistem informasi yang lama
kurang informatif dan akurat. Di samping itu, serta tidak layak lagi untuk digunakan sehingga
perlu didesain ulang sistem informasi yang baru, yang akan lebih baik kalau menggunakan
sistem yang berbasis komputer.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus, yaitu metode yang
memusatkan perhatian secara mendalam dan intensif pada objek yang diteliti. Objek
penelitiannya adalah dua perusahaan konstruksi yang ada di Denpasar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi persediaan yang lama memiliki
beberapa kelemahan, baik dari sisi input, sistem dan prosedur, maupun output yang dihasilkan.
Output yang dihasilkan kurang variatif dan kurang mampu memberikan informasi yang
dibutuhkan bagi manajemen dalam melakukan perencanaan, pengendalian, dan pengambilan
keputusan. Untuk itu, perlu dilakukan desain ulang atas sistem informasi akuntansi persediaan
dengan menggunakan sistem yang berbasis komputer, yaitu program MYOB. Desain sistem
dengan menggunakan program MYOB terdiri atas desain input, desain sistem dan prosedur,
serta desain output. Sistem baru ini diharapkan mampu mengeliminasi kelemahan yang dimiliki
sistem informasi yang digunakan sebelumnya
Jenis Data Yang Di Gunakan
Berdasarkan sifatnya data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
a. Data kuantitatif berupa daftar stockbahan baku.
b. Data kualitatif berupa prosedur dan formulir-formulir yang digunakan.
Berdasarkan sumbernya data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
a. Data primer adalah jawaban responden atas pertanyaan yang diajukan peneliti.
b. Data sekunder adalah laporan-laporan yang telah dihasilkan oleh perusahaan



Hasil Gambaran Umum Sistem Akuntansi Persediaan pada Perusahaan Konstruksi

Pencatatan persediaan pada perusahaan konstruksi selama ini masih manual,kalaupun sudah digunakannya komputer, penggunaannya masih sangat terbatas, yaituhanya pada penginputan data danpembuatan laporan yang tidak representatif.Masih banyak data yang harus dicek ulang
secara fisik dan laporan harus dibuatdengan cara mengetik kembali data darilaporan yang sudah dibuat sebelumnyadengan cara manual. Di samping itu, datadan informasi tidak dapat ditransfer kebagian lainnya dengan cepat, data yangsama bisa diinput oleh dua bagian yang berbeda, dan informasi disajikan seringtidak akurat dan tepat waktu. Pemasukan data yang dilakukan dua kali tentunyamembutuhkan waktu yang lama, tidak efektif, dan tidak efisien.

PENGERTIAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

PENGERTIAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI :
Sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan.
Elemen sistem :
Tidak semua sistem memiliki kombinasi elemen yang sama, tapi suatu susunan dasar adalah :Input, Transformasi, Output, Mekanisme Kontrol, Tujuan.
Jenis Sistem :
Sistem Lingkaran Terbuka  sistem yang tidak mempunyai elemen mekanisme kontrol, dan tujuan.
Sistem Lingkaran Tertutup  sistem yang disertai oleh adanya elemen mekanisme kontrol dan tujuan.

Sifat Sistem :
1. Sistem terbuka : Sistem yang dihubungkan dengan lingkungannya melalui arus sumberdaya.
2. Sistem Tertutup : Sistem yang sama sekali tidak berhubungan dengan lingkungannya.

Sistem Fisik : sistem yang terdiri dari sejumlah sumber daya fisik
Sistem Konseptual : sistem yang menggunakan sumberdaya konseptual (data dan informasi) untuk mewakili suatu sistem fisik.
Evolusi Sistem Informasi Berbasis Komputer
Fokus Awal Pada Data
Pada awal abad ke 20 pemakaian komputer terbatas hanya untuk aplikasi akuntansi dan digunakan nama EDP yang merupakan aplikasi sistem informasi yang paling dasar dalam setiap perusahaan. Sekarang kita menggunakan istilah SIA untuk menggantikan EDP.


Fokus Baru Pada Informasi
Konsep penggunaan komputer untuk mendukung sistem informasi manajemen mulai diperkenalkan pada tahun 1964 oleh para pembuat komputer. Konsep SIM menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen.

Fokus Revisi Pada Pendukung Keputusan
Sementara SIM terus berkembang dalam menghadapi kelemahan-kelemahannya, muncul pendekatan baru dengan nama DSS, yaitu sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer.

Fokus Sekarang Pada Komunikasi
Penerapan OA (Office Automation) untuk memudahkan komunikasi dan peningkatan produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor lainnya melalui penggunaan alat-alat elektronik.

Fokus Potensial Pada Konsultasi
Saat ini sedang berlangsung gerakan untuk menerapkan Kecerdasan Buatan (AI) bagi masalah-masalah bisnis. Ide dasar dari AI adalah bahwa komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia.

Definisi SIA :
Suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan dan pihak ekstern.

Karakteristik SIA yang membedakannya dengan subsistem CBIS lainnya :
1. SIA melakasanakan tugas yang diperlukan
2. Berpegang pada prosedur yang relatif standar
3. Menangani data rinci
4. Berfokus historis
5. Menyediakan informasi pemecahan minimal
Perbedaan SIA dan SIM :
• SIA mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi keuangan sedang
• SIM mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan semua tipe informasi
2 komponen SIA
- Spesialis Informasi
- Akuntan
Contoh SIA sebagai pusat informasi perusahaan :
Bagian pemasaran mempertimbangkan untuk memperkenalkan jenis produk baru dalam jajaran produksi perusahaan, untuk itu bagian tersebut meminta laporan analisa perkiraan keuntungan yang dapat diperoleh dari usulan produk baru tersebut
Bagian SIA memproyeksikan perkiraan biaya dan perkiraan pendapatan yang berhubungan dengan produk tersebut, kemudian data yang diperoleh diproses oleh EDP. Setelah diproses hasilnya dikembalikan ke bagian SIA untuk kemudian diberikan ke bagian pemasaran.
Selanjutnya kedua bagian akan merundingkan hasil analisa tersebut untuk dicari keputusan yang sesuai.
Dari contoh diatas dapat ditemukan 2 aspek yang berhubungan dengan sistem bisnis modern yaitu :
1. Pentingnya komunikasi antar departemen/subsystem yang mengarah untuk tercapainya suatu keputusan.
2. Peranan SIA dalam menghasilkan informasi yang dapat membantu departemen lainnya untuk mengambil keputusan.
Informasi Akuntansi yang dihasilkan oleh SIA dibedakan menjadi 2, yaitu :
- informasi akuntansi keuangan, Informasi yang berbentuk laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak extern.
- Informasi Akuntansi Manajemen, informasi yang berguna bagi manajemen dalam pengambilan keputusan.

Didalam Akuntansi Manajemen terdapat dua komponen yang digunakan bagi perencanaan dan pengendalian perusahaan, yaitu :
1. Sistem Akuntansi Biaya
2. Sistem Budgeting
Sistem Akuntansi Biaya
• Digunakan untuk membantu manajemen dalam perencanaan dan pengawasan dari aktivitas pengadaan, proses distribusi dan penjualan
Budgeting
• adalah proyeksi keuangan perusahaan untuk masa depan yang bermanfaat untuk menolong manajer dalam perencanaan dan pengawasan
Unsur-unsur yang dapat mempengaruhi penerapan SIA dalam perusahaan :
1. Analisa Perilaku
2. Metode kuantitatif
3. Komputer

Analisa Perilaku
Setiap sistem yang tertuangkan dalam kertas tidak akan efektif dalam penerapannya kecuali seorang akuntan dapat mengetahui kebutuhan akan orang-orang yang terlibat dalam sistem tersebut.
Akuntan tidak harus menjadi seorang psikolog, tapi cukup untuk mengerti bagaimana memotivasi orang-orang untuk mengarah kepada kinerja perusahaan yang positif.
Selain itu juga seorang akuntan harus menyadari bahwa setiap orang mempunyai persepsi yang berbeda-beda dalam menerima suatu informasi, sehingga informasi yang akan diberikan dapat didesain dan dikomunikasikan sesuai dengan perilaku (behavior) para pengambil keputusan.

Metode Kuantitatif
Dalam menyusun informasi, seorang akuntan harus menggunakan metode ini untuk meningkatkan efektifitas dan nilai dari informasi tersebut.
Komputer Pada beberapa perusahaan, komputer telah digunakan untuk menggantikan pekerjaan rutin seorang akuntan, sehingga memberikan waktu yang lebih banyak kepada akuntan untuk dapat terlibat dalam proses pengambilan keputusan.